Dongkrak Produktivitas Padi di Indonesia dengan Budidaya Sistim Jarwo dan Jarwo Super

Komoditas

Padi adalah tanaman yang sangat penting di Indonesia karena Beras merupakan makanan pokok rakyat Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat maka diperlukan peningkatan volume produksi beras. Salah satu usaha untuk meningkatkan volume beras adalah meningkatkan produktivitas tanaman padi melalui modifikasi budidayanya dan salah satunya adalah dengan pengaturan jarak tanam. Pola pengaturan jarak tanam yang terkenal adalah Budidaya Tanaman Padi dengan sistim Jarwo dan Jarwo Super.

Budidaya Sistim Jarwo

Hamparan Tanaman Padi

Proses budidaya pertanian terutama budidaya padi menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan negara Indonesia karena beras yang dihasilkan menjadi salah satu produk yang sangat penting. Beras adalah makanan pokok rakyat indonesia sehingga beras menjadi produk utama dalam Sembilan bahan pokok.

Banyak faktor bisa mempengaruhi proses peningkatan produktivitas dan kualitas produksi padi. Beberapa faktor yang sangat penting adalah penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat sasaran, pengairan yang tepat, pengendalian hama penyakit, dan lain sebagainya. Jumlah populasi tanaman per hektar juga tidak kalah pentingnya dalam peningkatan produktivitas dan kualitas padi. Salah satu cara untuk mengoptimalkan populasi tanaman agar sinar matahari yang digunakan oleh tanaman padi bisa optimal adalah dengan mengatur pola sistem tanamnya. Salah satu pola system tanam yang terkenal adalah Sistem Tanam Jajar Legowo (Jarwo).

Jajar legowo legowo atau sering disebut jarwo merupakan metode menanam padi dengan merekayasa jarak tanam. Dalam budidaya padi biasanya tanaman yang ada di pinggir sawah menghasilkan panen lebih banyak dibanding yang ada ditengah. Dengan sistem jarwo jarak penanaman padi direkayasa seolah-oleh semua tanaman ada di pinggir sawah. “Legowo” di ambil dari bahasa jawa yang berasal dari kata “Lego” yang berarti Luas dan “Dowo” yang berarti panjang. Tujuan utama dari Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi tanaman padi sehingga tanaman padi seolah-olah berada di pinggir lahan atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir lahan. Dengan sistim ini maka penggunaan sinar matahari bisa lebih optimal sehingga produktivitas dan kualitas padi akan meningkat. Ada beberapa system tanam jajar legowo yaitu Jarwo 2 : 1, Jarwo 3 : 1 dan Jarwo 4 : 1.

Tipe sistem Jajar Legowo

Jajar Legowo 2:1

Setiap dua baris diselingi satu baris yang kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan pada jarak tanam dalam baris yang memanjang di perpendek menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya.

Budidaya Sistim Jarwo

Budidaya Padi Sistim Jajar Legowo 2 : 1

Jajar Legowo 3:1

Setiap tiga baris tanaman padi di selingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya

Jajar Legowo 4:1

setiap empat baris tanaman padi diselingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya

Budidaya Sistim Jarwo

Budidaya Padi Sistim Jajar Legowo 4 : 1

Berikut Adalah Sketsa Budidaya Padi dengan Sistem Jajar Legowo

Budidaya Sistim Jarwo

Budidaya Padi Sistem Jajar Legowo

Budidaya Padi dengan Sistem Jajar Legowo akan meningkatkan populasi tanaman padi per satuan luas. Secara umum rumus peningkatan jumlah populasi tanaman padi dapat dilihat dengan rumus 100% X 1: (1 + jumlah legowo). Sebagai Contoh:

  • Jika Legowo 2:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% X 1: (1 + 2) = 33,3 %
  • Jika Legowo 3:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% X 1: (1 + 3) = 25 %
  • Jika Legowo 4:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% X 1: (1 + 4) = 20 %
  • Jika Legowo 5:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% X 1: (1 + 5) = 16,7 %

Caplakan

Caplakan adalah alat sederhana untuk membuat titik-titik tempat padi harus sitanam. Fungsinya adalah untuk memudahkan saat proses penanaman dan untuk membuat jarak tanam yang tepat. Ada dua jenis atau tipe caplakan yaitu:

  • Menggunakan  2 Caplakan

Budidaya Sistim Jarwo

Tanam Padi Sistem Jajar Legowo

  Sumber : http://ptmbplusagro.wordpress.com

  • Menggunakan 1 Caplakan

Budidaya Sistim Jarwo

Tanam Padi Sistem Jajar Legowo

 Sumber: http://farmingblogger.blogspot.com

Budidaya Sistim Jarwo

Budidaya Padi Sistem Jajar Legowo

Manfaat Budidaya Padi dengan Sistim Jajar Legowo

  1. Meningkatnya jumlah tanaman padi persatuan luas
  2. Potensi peningkatan produksi tanaman padi secara signifikan
  3. Potensi meningkatkan kualitas gabah karena adanya optimalisasi penggunaan sinar matahari dapam proses fotosintesis
  4. Dapat mengurangi serangan penyakit pada tanaman padi
  5. Dapat mengurangi tingkat serangan hama tanaman padi
  6. Mempermudah dalam perawatan tanaman padi baik dalam proses pemupukan maupun penyemprotan pestisida
  7. Dapat menghemat pupuk, karena yang dipupuk hanya di bagian dalam baris tanaman saja

Kelemahan Budidaya Padi Sistim Jajar Legowo

  1. Membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dan waktu yang lebih lama pada saat proses penanaman padi
  2. Membutuhkan benih yang lebih banyak, ini dikarenakan  semakin banyaknya populasi tanaman padi
  3. Pada umumnya pada lahan yang menggunakan jajar legowo, maka akan lebih banyak ditumbuhi rumput

Mengenal Budidaya Padi Sistim Jarwo Super

Dalam proses perkembangannya sistem jarwo ini digabungkan dengan beberapa faktor penting lainnya dan dinamakan system Jarwo Super. Secara prinsip metode jarwo super sama dengan jarwo biasa. Perbedaannya dalam jarwo super beberapa variabelnya dibuat lebih optimal. Setidaknya terdapat empat hal yang harus diterapkan secara ketat dalam sistem jarwo super. Berikut ini uraiannya:

Penggunaan benih unggul. Benih yang digunakan untuk sistem jarwo super harus benih unggul. Sekarang ini sudah tersedia berbagai jenis benih unggul padi salah satunya adalah Inpago 01.

Penerapan biodekomposer. Sebelum tanah diolah terlebih dahulu berikan biodekomposer untuk mengomposkan jeramai sisa panen terdahulu. Biodekomposer mempercepat proses pengomposan jerami dari sekitar dua bulan menjadi hanya 1-2 minggu.

Penggunaan pupuk hayati. Pupuk hayati merupakan pupuk yang berisi mikroorganisme hidup yang berfungsi penambat nitrogen dan meningkatkan kesuburan tanah. Aktivitas mikroorganisme dalam pupuk hayati membantu meningkatkan penyerapan zat hara tanah oleh tumbuhan. Lihat tentang pupuk hayati.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman terpadu. Menerapkan pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan Pestisida alami dan pestisida sintetis secara berimbang. Pestisida alami memiliki dampak racun yang lebih rendah dan aman bagi hewan dan manusia. Sehingga mikroba atau serangga yang berguna bagi padi tidak ikut mati terbasmi.

Mekanisasi pertanian. Menggunakan mesin-mesin pertanian untuk proses pemanenan seperti combine harvester. Mesin pertanian dapat menekan bulir padi yang hilang pada proses pemanenan. Sehingga budidaya menjadi lebih efisien dan produktivitas pun meningkat.

Tanam Padi Sistem Jajar Legowo Super

Budidaya Padi Sistem Jajar Legowo Super

Disarikan dari berbagai sumber dan ditulis ulang Oleh:
Ida Ahmad Rifai 2024/P
Konsultan Pertanian dan Online Marketing
Alumnus Faperta UNSOED 85

*********
Related:
Budidaya Padi Sistim Jajar Legowo Super, Budidaya Padi Sistim Jajar Legowo, Budidaya Padi, Produktivitas Tanaman Padi, Budidaya Padi Organik, Mekanisasi Pertanian, bibit Unggul, Benih Unggul, Pupuk Organik, Pupuk Hayati, Biodekomposer, Caplakan

Bagikan :

1 thought on “Dongkrak Produktivitas Padi di Indonesia dengan Budidaya Sistim Jarwo dan Jarwo Super

  1. Jajar Legowo itu nama buat menghargai penemunya yakni bapak Ka Dinas PertanianKab.Banjarnegara Jateng saat itu bapak Legowo biar tidak lupa sama penemunya nggih. Trus di pas paskan dengan Jajar dan dowo(panjang) biasa kan orang kita senengnya ngepas pasin hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *