Mengenal Mikroorganisme Lokal dan Cara Pembuatannya

Teknologi Tepat Guna

Pernahkah Anda membiarkan nasi (sisa) di atas meja, dan keesokan harinya nasi tersebut menjadi basi (busuK)? Hal yang sama akan terjadi pada buah dan sayuran, ketika dibiarkan makin lama akan semakin membusuk. Mungkin kita juga pernah melihat bahwa kayu bisa mengalami pelapukan pelan-pelan dan bercampur menjadi tanah. Apa yang menjadikan bahan itu busuk dan lapuk? Mikroorganisma yang menyebabkan bahan organic seperti Nasi, buah-buahan, sayuran dan kayu menjadi busuk dan lapuk. Apakah proses pembusukan dan pelapukan itu bisa dipercepat? Bisa jika kita mengetahui mikroorganisma yang berperan dalam proses pembusukan dan pelapukan tersebut dan kita bisa melipatgandakan jumlah mikroorganisma tersebut. Tulisan ini akan membahas tentang Mikroorganisma Lokal (MOL) dan Cara Membuatnya.

Mikro Organisme Lokal (MOL)

Mikroorganism biasanya berupa bakteri dan fungi (kapang) dan di setiap daerah didominasi oleh jenis mikroorganisme (bakteri dan fungi) yang berbeda. Jenis (spesies) yang dominan sangat dipengaruhi oleh iklim (perubahan suhu, derajat kelembaban), karakter bakteri dan media berkembangbiaknya di lokasi tersebut. Perbedaan dominasi sesuai lingkungan itulah muncul istilah Mikro Organisme Lokal atau Mikroorganisme spesifik yang sesuai dengan lokasi mikroorganisme tersebut berbembang biak.

Mikro organisme yang tidak terlihat oleh mata telanjang itu, punya peran besar bagi kehidupan khususnya bidang pertanian. Tidak disangsikan lagi, tanah yang memiliki bahan organik melimpah, mikroorganismenya juga akan melimpah. Pertanyaan menariknya adalah, bisakah bakteri atau fungi itu dikembangkbiakkan atau diternak? Bagaimana mengembangbiakkannya? Setelah berkembangbiak, untuk apa?

Teknologi pertanian sederhana telah menjawab hal tersebut untuk memulihkan, bahkan menyuburkan tanah. Dan sekarang, telah muncul produk-produk Pupuk Organik Cair (POC) dengan beragam merk, beragam perusahan, juga beragam model pemasaran. Petani sebagai sasaran produk-produk pertanian, sebaiknya bijak dan cerdas sebelum membeli. Petani perlu dibekali pengetahuan dasar tentang hal ini. Petani Modern dengan Kearifan Lokal.

Di sekitar kita, banyak sekali bahan yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Kenapa harus membeli dari perusahaan yang menjualnya dengan harga tinggi karena biaya produksi dan pemasarannya memang telah tinggi, dengan kisaran harga Rp 40.000,- s.d Rp. 170.000,- per liter? Padahal dengan harga tersebut petani bisa membuat sendiri 40 s.d 170 liter pupuk cair (dengan asumsi harga gula merah Rp 10.000,- per kg dicampurkan dengan air 10 liter) dengan memanfaatkan bahan-bahan lain disekitarnya, tidak perlu membeli.

Ya, memang media sederhana untuk membuat POC adalah gula merah seperti disebutkan di atas, bisa juga tetes tebu, agar-agar dan bahan lain dengan kandungan glukosa tinggi lainnya. Gula merah yang berglukosa tinggi itu akan berfungsi sebagai bahan penyusun tubuh mokroorganisme sehingga berkembang biak. Perkembangbiakan bakteri terjadi melalui pembelahan/pemisahan diri (misalnya dari 1 menjadi 2, kemudian 4, lalu 8, 16, 32, 64, 128, 256 dst) per periode tertentu, biasanya per 15 menit.

Proses pembuatan POC, umumnya hanya dalam kurun waktu 15 hari dan tidak rumit. Dari hitungan pembelahan bakteri per 15 menit di atas, berapa banyak sebuah bakteri berkembang selama 15 hari? Oleh karenanya, jangan heran bila dalam kemasan produk-produk Pupuk Organik Cair disebutkan jutaan bahkan trilyunan bakteri di dalamnya.

Dasar-dasar Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL)

Berikut ini adalah kerangka umum yang bisa dijadikan acuan. Hal-hal yang lebih spesifik bisa ditelusuri melalui search engine, dengan mengetikkan kata ‘mikro organisme lokal’. Harapannya, dengan mengetahui kerangka umum pengembangbiakan mikroorganisme lokal, petani tidak terombang-ambing pada produk baru yang semakin bertambah jumlahnya. Konsep dasar pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) adalah:

  1. Siapkan gula merah dan air bersih (1 kg gula merah, untuk 10 liter air). Air bersih bisa digantikan dengan air kelapa, bila ada. Air kelapa memiliki derajat keasaman (PH) netral dengan kandungan elektrolit dan mineral cukup beragam, baik untuk perkembangbiakan bakteri. Hancurkan gula merah itu, kemudian larutkan dalam air.
  2. Siapkan bahan-bahan organik di sekitar kita. Misalnya nasi kenduri yang tidak termakan dan belum bercampur minyak goreng. Bahan lainnya seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daun-daunan juga bisa dimanfaatkan. Pemilihan bahan organik ini bebas, dengan tujuan memanfaatkan bahan sebagai media untuk dirombak dan media berkembangbiak. Perkirakan bahan organik ini antara 2,5 s.d 5 kg, atau sesuaikan dengan wadah. Masukkan bahan tersebut ke dalam larutan gula merah di point 1 tersebut di atas.
  3. Siapkan sumber-sumber bakteri sebanyak 1 kg (kayu lapuk, keong mas atau bekicot yang telah dicacah, isi usus ayam-ikan-sapi-kambing dll, air kencing sapi-kambing dll, kotoran sapi). Masukkan ke dalam larutan gula merah. Sumber-sumber bakteri ini disebut media starter untuk memperbanyak bakteri yang dikandungnya.
  4. Tutup ketiga campuran di atas dengan plastik atau penutup lainnya. Buka tutupnya sebentar setiap pagi untuk mengeluarkan gasnya. Gas yang terbentuk adalah tanda bahwa proses perombakan bahan-bahan campuran sedang berlangsung oleh bakteri. Bila sampai seminggu tidak terjadi tanda-tanda pembentukan gas (wadah tidak mengembung), ganti saja bahan-bahannya.
  5. Biarkan selama 15 hari atau sampai selesai terbentuk lapisan tepung berwarna putih seperti bedak di atas permukaan larutan gula. Saring hingga larutan gula terpisah dengan campuran kasar. Bakteri yang dikembangbiakkan ada dalam larutan gula itu.
  6. Bila point 5 telah terpenuhi, maka siap diaplikasikan. Campurkan 70 s.d 150 ml POC dengan 15 liter air. Siramkan atau semprotkan ke tanah. Ulangi lagi setiap 15 hari.
Mengenal Mikroorganisme Lokal dan Cara Pembuatannya
Mengenal Mikroorganisme Lokal dan Cara Pembuatannya
Mengenal Mikroorganisme Lokal dan Cara Pembuatannya
Mengenal Mikroorganisme Lokal dan Cara Pembuatannya

Membuat Mikroorganisme Lokal (MOL) untuk POC

Pemerintah telah sadar bahwa efek samping penggunaan pupuk kimia telah membuat tanah kita rusak. Maka dibuatlah program GO ORGANIK 2010. Salah satu cara perbaikan biologi tanah adalah dengan aplikasi PGPR dan MOL (micro organisme lokal), Ada banyak manfaat dari pengembangbiakan MOL melalui pembuatan POC ini. Ketika POC diaplikasikan ke tanah, akan semakin banyak bakteri yang merombak residu (sisa) pupuk yang tidak dapat terurai dalam tanah tetapi tidak dapat diserap oleh tanaman. Juga, makin cepatnya proses penguraian bahan organik mentah hingga siap diserap tanaman. Akhirnya, tanah yang makin subur karena pemberian POC ini, akan menyuburkan tanaman dan produksinya juga meningkat.

Dalam skala rumah tangga, para ibu-ibu dan remaja putri yang menyukai tanaman hias juga bisa memanfaatkan teknologi sederhana ini, untuk menyuburkan tanaman hiasnya. Siramkan POC buatan sendiri ini setelah ditambahkan air bersih seperti pada point 6.

Anda mungkin bukan petani, tidak ada salahnya berbagi hal ini kepada tetangga, teman, saudara kita yang petani. Kita tahu, 60% penduduk miskin berdomisili di desa, berprofesi sebagai petani dengan adopsi informasi teknologi yang lambat. Demikian, sengaja ditulis dengan mencoba pemaparan sederhana yang jauh dari bahasa ilmiah yang memusingkan. Bagaimana cara membuatnya?

Bahan-bahan Mikroorganisme Lokal (MOL) untuk POC:

  • 200 gram gula pasir
  • 100 gram trasi
  • 200 gram tongkol/ bandeng
  • 2 kg dedak/ bekatul
  • 2 kg kohe (kotoran hewan, yg terbaik pake rumen
  • 2 liter air cucian beras
  • Air bersih 20 liter

ALAT-alat Mikroorganisme Lokal (MOL) untuk POC:

  • Kompor
  • Panci
  • Torong
  • Jerigen 20 liter

Cara Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) untuk POC:

  • Rebus semua bahan kecuali kohe dan air bersih
  • Setelah dingin masukkan semua bahan kedalam jerigen
  • Tutup rapat
  • Setiap hari dibuka sebentar dan dikocok-kocok
  • Setelah 15 hari MOL siap digunakan

Cara Pemakaian Mikroorganisme Lokal (MOL) untuk POC:

  • Sebelum digunakan, MOL disaring dulu.
  • Gunakan untuk menyemprot tanah dan tanaman dengan konsentrasi 1 liter/tangki.
  • Penyemprotan dilakukan setiap 15 hari sekali mulai sebelum tanam.
  • Dengan aplikasi MOL yang rutin, isya alloh akan membantu kita dalam usaha perbaikan biologi tanah. Semoga tulisan ini bisa memberi sedikit informasi terhadap petani dan penyuluh.
Mengenal Mikroorganisme Lokal dan Cara Pembuatannya
Mengenal Mikroorganisme Lokal dan Cara Pembuatannya
Mengenal Mikroorganisme Lokal dan Cara Pembuatannya
Mengenal Mikroorganisme Lokal dan Cara Pembuatannya

Membuat Mikroorganisme (MOL) Multi Fungsi

Kita sering sekali ditawari untuk membeli produk organik yang mempunyai berbagai macam fungsi. Dibrosurnya tertulis untuk menguraikan sampah, membuat bokhasi, menggemukkan ternak, menghilangkan bau kotoran ternak dll. Kali ini kita akan belajar membuat mikroorganisme multi fungsi dengan tujuan agar para petani bisa benar-benar mandiri dan mampu memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia dilingkungan kita untuk kemajuan petani dan melestarikan bumi kita. Cairan yang mengandung mikroorganisme multi fungsi mempunyai warna dan aroma berbeda-beda sesuai dengan jenis buahnya (tapi baunya harum).

Manfaat Mikroorganisme (MOL) Multi Fungsi antara lain:

  • Untuk membuat silase – Dengan mikroorganisme tersebut hanya butuh waktu satu minggu dalam pembuatan silase. Dalam satu minggu Silase sudah berbau harum dan siap digunakan.
  • Menghilangkan bau kotoran ternak – MOL multi bisa diberikan ke hewan piaraan seperti sapi, kambing, kelinci, ayam, bebek dll agar kotorannya tidak berbau.
  • Menyehatkan ternak – Kelinci yang diberi makan dengan MOL ini akan terhindar dari kembung dan mencret walaupun saya kasih makan kubis, caisin, kacang buncis dan kangkung.
  • Menggemukkan ternak – MOL multifungsi akan meningkatkan nafsu makan sehingga hewan piaraan jadi sehat dan gemuk.
  • Sebagai starter dalam pemuatan MOL yang lain – Urine kelinci yang tampung juga saya fermentasi dengan dengan mikroorganisme tersebut.
  • Saya juga yakin kalau untuk pembuatan bokhasi/ kompos ataupun memfermentasi pupuk organik lain juga bagus hasilnya.
  • Menyuburkan tanaman, menyuburkan tanah, merangsang pembuahan padi atau tanaman lain. (karena saya yakin dalam larutan tersebut juga mengandung unsur hara, mineral dan asam amino).

Bahan – Bahan Pembuatan Mikroorganisme Multi Gungsi:

  • Campuran berbagai macam buah-buahan yang telah masak seperti semangka, melon, nanas, mangga, jambu, belimbing dll: 1 kg.
  • Molase atau larutan gula merah: 0,5 liter (untuk membuat larutan gula merah: larutkan gula merah dalam air panas dengan perbandingan 1 : 1). Penggunaan larutan gula merah harus setelah benar-benar dingin.

Alat-alat Membuat Mikroorganisme Multi Fungsi:

  • Drum atau Ember
  • Koran bekas/ baru
  • Karet gelang
  • Kain penyaring (boleh kaos bekas atau baju bekas dll)

Cara Membuat Mikroorganisme Multi Fungsi:

  • Potong kecil-kecil berbagai macam buah-buahan tersebut (kurang lebih 1 cm3)
  • Masukkan buah-buahan tersebut dalam drum atau ember
  • Siram dengan molase atau larutan gula jawa
  • Tutup drum atau ember tersebut dengan kertas koran dan ikat dengan karet
  • Setelah dua minggu saring dan peras dengan kain
  • Larutan/ air perasan yang dihasilkan siap digunakan untuk berbagai keperluan diatas

Cara Menggunakan Mikroorganisme Multi Fungsi:

  • Jika akan digunakan sebaikknya mikroorganisme multi fungsi tersebut kita encerkan terlabih dahulu. Buat larutan gula atau larutan molase dengan perbandingan gula/ molase: mikroorganisme multi fungsi : air = 5 : 1 : 100
  • Diamkan dulu larutan tersebut selama 24 jam.
  • Larutan tersebut bisa digunakan untuk pembuatan silase, campuran/ minuman ternak, pembuatan kompos, kita semprotkan ke tanah dan tanaman sebagai penyubur dll.
  • Mikroorganisme multi fungsi tersebut memang mudah untuk dibuat oleh petani sendiri. Untuk mengetahui Kandungan mikroorganisme dan kandungan unsur haranya perlu dilakukan analisa lebih mendalam.
Mengenal Mikroorganisme Lokal dan Cara Pembuatannya
Mengenal Mikroorganisme Lokal dan Cara Pembuatannya
Mengenal Mikroorganisme Lokal dan Cara Pembuatannya
Mengenal Mikroorganisme Lokal dan Cara Pembuatannya

 

———————————————–

Disusun Oleh: Ir. Ida Ahmad Rifai. Blogger dan Internet Marketer

Disarikan dari Berbagai Sumber dan Catatan Petani Alami

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *