PEMILIHAN VARIETAS DAN KIAT MENGURANGI BIAYA OPERASIONAL – SOLUSI KREATIF UNTUK KESUKSESAN USAHA TANI JAGUNG HIBRIDA

Uncategorized

Sektor usaha pertanian khusunya di sektor usaha tani bercocok tanam jagung hibrida, semakin hari dirasa semakin menggiurkan. Harga jagung pipil ditingkat petani relative stabil selama tiga tahun terakhir (Tahun 2017 sampai sekarang) di angka diatas Rp. 3.000/kg jagung pipil kering, bahkan sering menyentuh angka diatas Rp. 4.500,- per kg. Hal ini menjadikan minat petani lebih memilih bertanam jagung hibrida daripada bertanam padi. Selain faktor harga hasil panennya, faktor kepraktisan budidaya jagung juga masih sedikitnya hama penyakit yang menyerang tanaman jagung sehingga menjadikan tingkat keberhasilan hasil panennya tinggi. 

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha tani jagung diantaranya adalah Pemilihan varietas jagung hibrida yang tepat, Persiapan lahan yang bagus, Managemen gulma, pemupukan yang tepat dan link pemasaran Hasilnya

Solusi Kreatif Kunci Sukses UsahaTani Jagung Hibrida

PEMILIHAN VARIETAS JAGUNG HIBRIDA YANG TEPAT

Keberhasilan usaha tani jagung yang dimaksud adalah produksi panen jagung pipil dalam jumlah yang baik, bermutu baik (timbangan “mbobot”), dan dengan harga jual yang baik. Kesemua hal tersebut harus kita siasati dan diupayakan maksimal agar hasil yang dieperoleh optimal.

Pemilihan varietas merupakan hal yang harus diperhatikan, terutama dalam hal varietas yang berproduksi tinggi dan varietas yang mempunyai tingkat  ketahanan yang tinggi terhadap penyakit bulai (downey mildew) yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis . Kombinasi jagung berproduksi tinggi dan relative tahan terhadap bulai merupakan pilihan yang paling tepat. Sementara varietas yang beredar di Indonesia cukup bervariasi. Ada varietas yang produksinya “”mbobot”” tapi kurang tahan terhadap bulai dan sebaliknya ada yang relative tahan terhadap bulai tapi jagaungnya kurang “mbobot”. Jagung yang mempunyai karakteristik ”MBOBOT” itu dicirikan dengan warna yang lebih cerah dan orange, semakin orange warnanya selama ini semakin berbobot timbangannya dibandingkan dengan jagung yang berwarna keputihan atau pucat. Kemudian tanda fisik jagung kering relative keras, biasanya biji jagung ini bila digigit atau ditumbuk terasa keras timbangannya juga akan lebih berat karena jumlah massanya tentu akan lebih padat.

Factor lain dalm pemilihan varietas jagung adalah memilih varietas jagung yang relative tahan terhadap penyakit bulai. Penyakit tersebut selama ini menjadi momok bagi petani jagung. Bila penyakit tersebut menyerang tanaman jagung bisa dipastikan tanaman tersebut tidak menghasilkan produksi, diibaratkan “ dapur” dari tanaman jagung  yang terserang mengalami kerusakan dengan gejala daun jagung berwarna kuning pucat yang menjadikan proses metabolism tanaman terganggu. Diketahui selama ini belum ada obat/fungisida yang efektif mengendalikannya secara tuntas. Menurut pengalaman yang ada dengan  penggunaan fungisida efeknya “baru” dalam dalam tahap memperlambat serangan, artinya bila tanaman jagung terserang pada umur 2 minggu maka dengan fungisida serangan muncul di umur 4 minggu. Beberapa varietas diketahui telah menggunakan fungisida dengan ditempelkan langsung dipabriknya yang dimaksudkan untuk pencegahan dini terhadap terjadinya serang penyakit tersebut. Namun pemberian fungisida langsung terhadap biji jagung selama ini “”selalu””mengakibatkan  turunnya daya kecambah dari benih tersebut. Maka pada umumnya pemberian fungisida langsung dari pabrikan menggunakan dosis yang rendah  dengan alasan penurunan daya kecambah tersebut. Kemudian ditingkat petani disarankan bagi yang akan menambahkan fungisida dengan mencampurkan fungisida kedalam benih maka pencampurannya dilakukan ketika benih tersebut hendak ditanam pada hari yang sama. Pencampuran fungisida kedalam benih yang mau ditanam saat ini merupakan solusi terbaik bila penanaman benih jagung pada area yang endemik serangan bulai, dibandingkan dengan mengendalikan penyakit yang sudah terlanjur menyerang. Fungisida yang banyak dipakai adalah yang berbahan aktif dimetomorf atau metalaksil. Pengendalian terbaik serangan penyakit bulai ini adalah dengan pencegahan dini selain pemilihan varietas yang relative tahan terhadap bulai. Diketahui selama ini daerah endemic bulai berada di Lampung, Jabar, Jateng, Jatim sebagian NTB.

PERSIAPAN LAHAN YANG SEMPURNA

Persiapan lahan yang dimaksudkan menyiapkan area tanam jagung dengan tanpa mengurangi efektifitas pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman jagung dengan biaya serendah-rendahnya. Hal ini menjadi factor krusial dalam usaha tani jagung. Faktor biaya dirasakan semakin hari sesuai perkembangan waktu biaya operasional terutama biaya tenaga kerja semakin memberatkan petani. Keberadaan petani pekerja sekarang ini sudah menjadi factor sangat signifikan yang menjadi penentu besar kecilnya total pembiayaan. Bila dari proses pengolahan lahan, tanam, pemupukan, panen, penjemuran sudah menggunakan mesin factor diatas sebenarnya sudah bias mngatasi masalah, akan tetapi penggunaan mesin tepat guna didalam proses budidaya jagung belum semaju atau semodern usaha tani padi, dari mulai traktor (mesin pengolah tanah), planter (mesin penanam), harvester (mesin pemanen).  Semoga dalam beberapa tahun kedepan alat-alat/permesinan pada usaha tani jagung sudah bisa terwujud. Ada beberapa prototype dari palnter dan harvester jagung masih harus bayak modifikasi dengan kendala lahan petani yang banyak terasering dan area yang tidak luas.

Dari hasil pengamatan dilapangan diperoleh data bahwa “”area”” perakaran jagung “”sebatas”” 20cm X 20 cm X 20 cm, tentu ini merupakan data pendekatan, bilapun berbeda tidak akan terlalu lebar dari luasan tersebut diatas.

 Ilustrasi dibawah ini :

Penyebaran Akar Tanaman Jagung
Pola Sebaran Sistem Perakaran Jagung di Area Perakaran

Pola perakaran tanaman jagung seperti pada gambar diatas mempunyai pola masing-masing akar serabut primer tersebut nampak menghujam ke arah bawah (seperti akar tunggang tapi banyak) termasuk akar udaranya tidak berkembang ke samping. Pada sepanjang akar serabut primer ditumbuhi akar serabut sekunder dengan panjang jauh lebih pendek dari akar serabut primer. Dengan pola perakaran tersebut maka kami selama ini dalam usaha tani jagung selalu menggunakan pengolahan tanah minimum (minimum tillage) bahkan dengan tanpa olah tanah  (TOT) pun kami biasa lakukan dengan hasil yang tetap optimal, TANPA MENGELOLA AREA TANAM DIANTARA BARIS.

Pelaksanaan minimum tillage kami hanya membersihkan garis yang sudah direncanakan dengan jarak tanam yang menurut seluruh pabrikan benih jarak tanam yang disaranan adalah 70 cm X 20 cm. dengan kata lain jarak tanam antar baris 70 cm dan jarak tanam dalam baris 20 cm, dengan satu biji atau  tanaman per lubang. Jarak tanam ini digunakan untuk efektif optimal untuk produksi jagung pipil maupun produksi benih jagung hibrida. Bila untuk tujuan lain maka jarak tana bias kita modifikasi.

Bila lahan dirasa sudah gembur dan cukup air (tanah dalam kondisi lembab) maka pengolahan tanah minimal bias kita tiadakan langsung dengan tanpa olah tanah (TOT). Hal ini yang sedang kami cermati, karena sangat signifikan dalam hal pengurangan biaya secara keseluruhan. Betapa efisiennya biala usaha tani jagung menggunakan system TOT. Misalnya lahan sehabis pertanaman padi, lahan yang gembur dan lembab dan rumput tipis sangat ideal untuk lahan jagung dengan cara TOT. Terlampir analisa usaha tani jagung

Analisa Usaha Tani Jagung Hibrida

Catatan:        –     

  • Setiap lokasi berbeda besaran rupiahnya terutama biaya HOK
  • Belum termasuk sewa lahan
  • Standar produksi jagung pipil yyang dianggap baik umunya berkisar 1 kg benih yang ditanam menghasilkan 400 kg jagung pipil kering
  • Bila menggunakan TOT maka biaya pembuatan larikan (paliran) dihilangkan akan langsung mengurangi total biaya produksi.

MANAGEMENT GULMA

Bila kita menggunakan cara TOT maka area yang awalnya ditumbuhi rumput kemudian kita semprot dengan dianjurkan menggunakan herbisida yang berhan aktif glyphosate yang bersifat systemic sehingga akan mematikan rumput berikut perakarannya. Bila kondisi rumput tebal atau banyak ditumbuhi gulma yang sukulen serta gulma berkayu maka disarankan glyphosate tersebut dicampur dengan herbisida yang berbahan katif 2,4 D amina agar hasilnya bias maksimal. Ada banyak petani yang berkreasi dengan menambahkan urea kira2 satu genggam untuk satu tangka herbisida glyphosate juga ternyata hasilnya efektif dalam pengendalian gulma dimaksud. Setelah kira-kira 10 hari sampai 2 minggu setelah penyemprotan gulma bila mau menggunakan sistem TOT maka tinggal menarik tali untuk garis langsung kita tanami benih jagung. Bila dalam penyemprotan herbisida di awal menggunakan herbisida yang berbahan aktif paraquat, hal ini akan mempercepat waktu tunggu hari penanaman dibandingkan bila kita menggunakan herbisida berbahan aktif glyphosate. Namun kekurangannya gulma yang mati hanya bagian gulma yang terpapar herbisida paraquat tersebut, dan bagian perakarannya masih belum mati, sihingga resiko tumbuh kembalinya gulma tinggi teruta dimusim penghujan. Sebaliknya dengan glyphosate walaupun waktu tunggu matinya gulama cukup lama akan tetapi kematiannya sampai ke akar-akarnya dan sekaligus sisa gulma yang mati langsung bias digunakan untuk penambahan bahan organic di area.

Setelah tanaman jagung berumur 10-15 hari maka pengendalian gulma diseptaran tanaman jagung harus segra dilakukan penyemprotan herbisida selektif. Herbisida selektif ini dimaksudkan penyemprotan herbisida yang mempunyai efek mematikan gulma tapi tidak mematikan tanaman jagung. Hal ini juga dimaksukn mengurangi tenaga kerja untuk pembunbunan tanaman jagung yang selama ini banyak dilakukan oleh petani jagung. Dengan pola perakaran seperti diatas maka pengendalian gulam diantara baris yang 70 cm dirasa kurang efektif dari sisi budidaya, namun dari sisi sebagai tempat berlindungnya hama dan penyakit, sarang tikus, dan estetika (“ndak enak dilihat/nak rapi”) itu perkara lain.

PEMUPUKAN YANG TEPAT

Tanaman jagung hibrida diketahui termasuk tanaman golongan C4 yang sangat efisien dalm metablisme

nya, semakin bila tanaman tersebut banyak menerima sinar matahari maka tanaman terbut akan semakin baik. Namun hal ini juga harus diimbangi dengan pemupukan yang tepat, baik dalam hal jumlah (dosis) maupun jenis pupuk yang digunakan (N,P,K). Mudah-mudahan dilain kesempatan bisa kita bahas lebih lanjut tentang pemupukan.

LINK PASAR

Seringnya kami ikut prihatin bahwa petani jagung kurang mendapat akses pasar. Kebanyakan petani tidak mengerti tingkat harga jagung pipil kekinian yang tentu akan berselisih signifikan antara pengepul (penebas) dengan dijual sendiri secara langsung ke pembeli. Pembeli jagung dimaksud adalah pemasok besar industri pakan ternak ternama atau peternak ayam telur (memproduksi/meracik pakan untuk ayam mereka sendiri) yang berskala besar ini merupakan pembeli jagung pipil dengan harga layak.

Tata Niaga Jagung Pipil Kering di Indonesia

DIAGRAM DASAR TATA NIAGA JAGUNG PIPIL

Bila petani bisa langsung mengakses pedagang atau peternak ayam telur langsung maka petani akan mempunyai nilai lebih dari sisi harga.

Demikian tulisan kami, sekaligus menjawab analisa usaha tani yang ditanya oleh pembaca, dan dengan senang hati kami menerima feedback yang konstruktif bahkan kita bisa lakukan diskusi lebih intens, terima kasih. Tunggu bab lain tentang budidaya jagung yang tidak kalah menarik dan sedang trend akhir-akhir ini……

Salam tanikita !!!!

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *