Selamatkan Lingkungan dengan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Yang Baik dan Benar

Serba-Serbi

Selamatkan Lingkungan dengan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Baik dan Benar

Sampah… ya sampah adalah sesuatu yang tidak asing bagi kita. Sampah memang menjadi hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan kita. Misalnya saja, ketika kita selesai makan, pasti akan menghasilkan sampah. Baik itu sisa bungkus makanan dan juga minuman. Lalu siapa yang tidak pernah menghasilkan sampah. Rata-rata setiap orang menghasilkan sampah sekitar 800 gram setiap harinya atau 292 kg per tahun. Bisa kebayang kan, berapa sampah yang dihasilkan setiap kota dan setiap negara per tahunnya?  Jumlahnya sangat banyak dan berjibun. Itulah sebabnya, masalah sampah di dunia ini seolah tidak ada habisnya. Masalah persampahan selalu muncul walaupun sudah ada banyak solusi yang sudah ditemukan. Solusi paling mudah dan bisa kita lakukan adalah mengelola sampah rumah tangga kita dengan baik dan benar.

Mengelola Sampah rumah tangga dengan baik dan benar kelihatannya mudah dan sepele, tetapi faktanya sangat sulit dilakukan. Hal ini disebabkan karena sikap masyarakat di seluruh dunia yang belum disiplin saat mengelola dan membuang sampahnya.  Cara mengelola dan mengolah sampah yang tidak benar akan membuat bumi menjadi kotor dan mengancam kehidupan makhluk hidup yang ada.

Baca Juga: Mengenal Mikroorganisme Lokal Dan Cara Pembuatannya

Selamatkan Lingkungan dengan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Baik dan Benar

Beberapa Negara Penghasil Sampah

Sampah Ada di Mana-Mana, dirumah, jalanan, taman, area wisata, bahkan di lembah gunung dan tengah laut. inilah 7 negara penghasil sampah terbanyak di dunia:

  • Amerika Serikat – Pada tahun 2007 tercatat bahwa jumlah sampah yang diproduksi masyarakat Amerika Serikat pertahunnya mencapai 254 juta ton. Sebanyak 26,8 juta ton sampah di antaranya bersumber dari sampah-sampah makanan.
  • Rusia – Masyarakat di Rusia ternyata menghasilkan 207,4 juta ton sampah per tahun. Itu perkiraan terakhir pada tahun 2000. Sementara itu di tahun 2015, jumlah sampah meningkat drastis karena pertumbuhan masyarakat menengah ke atas.
  • Jepang – Ternyata negara maju kayak Jepang tak luput dari masalah sampah. Terbukti, Negeri Sakura ini menghasilkan limbah sampah sekitar 52,4 juta ton per tahun.
  • Inggris – Inggris dengan penduduk sekitar 60 juta jiwa menghasilkan Lebih dari 34 juta ton sampah tiap tahunnya.
  • Meksiko – Meksiko menghasilkan sampah tahunan sekitar 32,2 juta ton.
  • Italia – Italia yang terkenal dengan Pizzanya memproduksi sekitar 29,7 juta ton sampah per tahunnya. Jumlah sampah itu sebagaian besar disumbangkan oleh daerah Napoli.
  • Kondisi Sampah di Indonesia – Walaupun tidak termasuk dalam tujuh besar negara penghasil sampah di dunia, tapi kondisi persampahan di Indonesia juga semakin memprihatinkan. Cobalah luangkan waktu untuk bermain dan melihat sampah di area Tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) misalnya TPA Bantar Gebang Bekasi, TPA Leuwi Gajah Cimahi, TPA Putri Cempo Surakarta Jawa Tengah, TPA Benowo Surabaya Jawa Timur, TPA Bulusan Banyuwangi Jawa Timur dan TPA-TPA lain yang dekat dengan rumah kita. Kumuh dan menggunung adalah kesan pertama yang kita dapat. Mungkin jika sampah-sampah tersebut diratakan, mungkin akan terbentuk sebuah daratan baru yang cukup luas. Pasalnya, orang-orang yang tengah berwisata ke gunung ataupun laut bisa saja lupa, atau terlalu malas membawa sisa-sisa sampah mereka kembali ke rumah. Hal ini nih yang membuat bumi kita semakin tercemar dan malah bisa sampai merusak ekosistem.

Baca Juga: 4 Jenis Mikroorganisme Lokal (MOL) Dan Cara Pembuatannya

Selamatkan Lingkungan dengan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Baik dan Benar

Mengenal 3 Jenis Sampah Rumah Tangga

  • Sampah Organik – Sampah ini terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis. Contoh dari jenis sampah ini, yaitu sisa makanan dan daun. Sampah organik juga biasa disebut sebagai sampah basah. Sampah Organik bisa digolongkan menjadi 2 jenis sampah organik yaitu:
    • Sampah organik hijau (Nabati) – Yaitu sampah organic yang berasal dari sisa –sisa tanaman misalnya daun atau tangkai dari sayuran hijau, nasi, kulit sayuran dan buah-buahan, ampas kelapa, dan lainnya. Sampah organic hijau dari sisa-sisa rumah tangga dapat diproses menjadi pupuk kompos.
    • Sampah organik hewani – Sampah organic yang berasal dari sisa-sisa bahan berasal dari hewan seperti tulang ayam, duri ikan, kulit udang dan lainnya. Sampah organik hewani ini juga sangat mudah diolah menjadi pupuk kompos yang sangat berguna.
  • Jenis Sampah Anorganik – Sampah ini terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis dan proses penghancurannya membutuhkan penanganan di tempat khusus. Contoh dari sampah anorganik, misalnya plastik, kaleng, dan styrofoam. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah kering.
  • Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) – Sampah jenis ini merupakan limbah dari bahan-bahan berbahaya dan beracun, misalnya limbah rumah sakit, limbah pabrik, dan lain-lain. Nah ini nih yang sangat berbahaya dibadingkan dengan jenis sampah rumah tangga berjenis organik dan anorganik.

Baca Juga: 5 Langkah Praktis Membuat Media Tanam Organik Untuk Menanam Sayuran Dalam Pot Atau Polybag

Selamatkan Lingkungan dengan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Baik dan Benar

Selamatkan Lingkungan dengan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Baik dan Benar

5 Cara Mudah Megelola Sampah Rumah Tangga

Berikut ini adalah 5 cara mudah mengelola sampah rumah tangga yang kita hasilkan sehari-hari:

  1. Pisahkan Sampah Sesuai Dengan Jenisnya – Langkah pertama sistem pengelolaan sampah di rumah adalah memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Secara garis besar kamu dapat memisahkan sampah menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik. Siapkanlah dua tempat sampah yang berbeda di rumah yang dikhususkan untuk setiap jenis-jenis sampah. Kalian pasti sudah tahu, sampah organik adalah sampah yang berasal dari alam. Seperti sisa makanan atau daun. Dengan kata lain semua sampah yang dapat terurai dengan mudah adalah sampah organik. Sementara sampah plastik, karet, kaca dan kaleng masuk ke dalam kategori sampah anorganik. Dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, akan memudahkan kamu untuk memudahkan kamu dalam pengelolaan sampah di rumah kamu pada langkah berikutnya.
  2. Pengelolaan Sampah Organik – Cara pengelolaan sampah organik yang paling mudah adalah dengan membuatnya menjadi pupuk kompos yang dapat kamu gunakan untuk berkebun. Namun jika kamu tidak suka berkebun atau tidak suka dengan aroma yang ditimbulkan selama pembuatan pupuk kompos, kamu dapat mendonasikan sampah organik ke sahabat yang memiliki hobi berkebun atau penjual tanaman. Karena mereka pasti dengan senang hati menerimanya untuk dibuat menjadi pupuk kompos.
  3. Pengelolaan Sampah Anorganik – Sebagian sampah anorganik dapat didaur ulang, seperti kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, kaleng dan lainnya. Jika kamu tidak yakin apakah sebuah kemasan makanan dapat didaur ulang atau tidak, kamu dapat memeriksa logo daur ulang pada kemasan makanan tersebut. Jika terdapat logo daur ulang, maka kemasan makanan tersebut dapat didaur ulang. Bawa sampah-sampah anorganik tersebut ke pusat daur ulang sampah terdekat atau kamu juga bisa memberikannya kepada pemulung.
  4. Pengelolaan Sampah Berbahaya – Pisahkan sampah-sampah berbahaya untuk dibawa ke pusat daur ulang. Petugas pusat daur ulang pasti tau cara untuk mendaur ulang sampah berbahaya agar tidak merusak lingkungan. Untuk barang-barang elektronik yang sudah rusak alias menjadi sampah, kamu dapat mengembalikannya ke perusahaan yang memproduksinya. Beberapa perusahaan elektronik menerima barang elektronik bekas untuk mereka daur ulang kembali menjadi produk elektronik baru.
  5. Selalu Terapkan Prinsip 4R yaitu Replace, Reduce, Reuse and Recycle – Budayakan gaya hidup Replace, Reduce, Reuse and Recycle atau biasa dikenal dengan 4R. Biasakan untuk mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai.
    1. Replace (mengganti) – Gantilah alat-alat yang kita gunakan dengan barang ramah lingkungan. Usahakan untuk menggunakan barang yang bisa digunakan lebih dari sekali pemakaian. Misalnya: Ganti kantong keresek dengan tas belanja, Gantilah penggunaan Styrofoam dengan kotak makanan.
    2. Reduce (mengurangi) – Kurangi produksi sampah yang dihasilkan oleh diri sendiri. Cara melakukannya: Bawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastic, Membawa botol minuman daripada membeli minuman dalam kemasan.
    3. Re-use (memakai) – Menggunakan barang bekas agar bisa digunakan kembali contohnya, kemasan pewangi pakaian atau pewangi lantai, botol plastik, gelas plastik, dan lainnya. Sampah ini bisa didaur ulang menjadi: Hiasan bunga, Tas, Tempat laptop. Gunakan plastik bekas belanja untuk pembungkus di kemudian hari, Kaleng bekas dijadikan sebagai pot tanaman, Pakaian bekas dijadikan sebagai lap, kerajinan tangan, dan lainnya. Masih banyak lagi barang bekas yang bisa digunakan kembali dengan ide kreatif yang lain.
    4. Recycle (daur ulang) – Daur ulang sampah yang telah dihasilkan. Cara yang satu ini memang tidak mudah karena membutuhkan teknologi dan penanganan yang khusus. Namun, kamu bisa melakukan ini: Kumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk didaur ulang, Kumpulkan sisa kaleng atau botol untuk didaur ulang, Gunakan produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos Sendiri

Pembuatan Lubang Biopori

Lubang Biopori di Rumah Sangat membantu Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Biopori yang ditemukan salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk meningkatkan serapan air tanah dan mengurangi genangan air sehingga bisa mencegah terjadinya banjir.  Lubang biopori berbentuk silindris yang digali vertikal ke dalam tanah ini sebenarnya berfungsi sebagai jalur serapan air hujan. Lubang Biopori biasanya dibuat dengan menggunakan bor tanah. Lubang biopori ini bisa dibuat di halaman rumah, samping rumah, tepi jalan dll. Lubang biopori ini bisa menjadi wadah sampah organik yang akan terurai menjadi pupuk kompos. Tidak hanya menyuburkan tanah di area pekarangan rumah, kompos tersebut pun bisa kamu ambil untuk digunakan sebagai pupuk tanaman-tanaman yang lain.

Jangan Sembarangan Membakar Sampah Rumah Tangga

Membakar sampah sangat berbahayankarena bisa menimbulkan kebakaran dan bahaya yang lain. Ada banyak sampah yang sangat berbahaya jika dibakar misalnya Kaleng aerosol dapat meledak jika terkena panas, Plastik dan karet akan menghasilkan gas yang dapat memicu kanker jika dibakar. Bagaimana jika terpaksa harus membakar sampah? Pastikan sampah yang dibakar adalah sampah organik. Jauhkan pembakaran dari kerumunan atau benda yang mudah terbakar. Jagalah saat proses pembakaran sampai api benar-benar padam.

Daur Ulang botol minuman untuk Pot Bunga

Buang Sampah di Tempatnya

Jika kita merasa sampah-sampah itu tidak bisa diolah lagi maka buanglah sampah ke tempat sampah yang sudah disediakan. Buang sampah-sampah berjenis organik serta anorganik itu ke tempat yang berbeda. Bagaimana caranya? Siapkan dua buah tempat sampah, lalu beri label Sampah ORGANIK dan Sampah ANORGANIK. Tempatkan kedua tempat sampah itu di lahan khusus pembuangan sampah seperti di dapur atau di dekat Pintu keluar. Disiplinkan diri untuk mulai membuang sampah organik dan anorganik ke tempat yang berbeda yang sudah disediakan. Ayo kita terapkan cara mengelola sampah rumah tangga di rumah kita mulai sekarang.

 

Sumber: 99.co dan dbs.com

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *